Belajar Sejarah Ondel-Ondel Langsung di Museum Betawi Setu Babakan
- budiawanagus
- Sep 4, 2024
- 2 min read

ANAK kami sangat menyukai ondel-ondel. Awalnya dia takut saat pertama kali kami kenalkan dengan patung ondel-ondel di Monas. Tidak lama kemudian, dia mulai suka sampai akhirnya suka banget.
Dia selalu minta nonton ondel-ondel di YouTube. Pengennya ketemu langsung. Tapi jarang sekali momen itu terjadi. Biasanya di jalanan banyak pengamen ondel-ondel. Tapi, selama main di Jakarta, dia belum pernah ketemu ondel-ondel di jalanan.
Anak kami hanya satu kali bertemu dengan ondel-ondel secara langsung. Saat kami CFD-an di Bundaran HI. Setelah itu, dia selalu bertanya kapan bisa ketemu ondel-ondel lagi secara langsung.
Semakin mendekati waktu pulang ke Gresik, anak kami belum ketemu ondel-ondel. Jadi, kami ajak saja dia ke tempat yang bisa menemukan ondel-ondel. Yaitu di Museum Betawi Setu Babakan, Jl. Moh. Kahfi II, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Museum ini menampilkan koleksi terkait kegiatan yang dilakukan masyarakat Betawi. Termasuk kesenian ondel-ondel.
Museum Betawi dibangun selama tiga tahun sejak 2012 hingga 2015 yang pada awalnya diperuntukkan sebagai unit pengelola kawasan Perkampungan Budaya Betawi. Pada 30 Juli 2017, museum itu dibuka secara resmi dan dibuka untuk kunjungan umum pada pelaksanaan Lebaran Betawi ke-11.
Bangunan tiga lantai ini menyimpan beragam koleksi di beberapa galeri. Misalnya, 8 ikon budaya Betawi dan galeri pengantin budaya Betawi.

Galeri ikon di lantai pertama menampilkan rumah kebaya (rumah adat Betawi) dengan ornamen gigi balang, serta kembang kelapa warna-warni yang menjadi hiasan pada ondel-ondel dan pakaian pengantin Betawi. Ada pula baju Abang dan None, kebaya, serta baju Sadariah.
Selain pakaian, makanan juga menjadi ikon, yaitu kerak telor dan bir pletok. Batik Betawi identik dengan warna cerah seperti kebaya kerancang dan baju sadariah yang dipakai oleh laki-laki yang biasanya digunakan bersama dengan peci dan kain cukin.
Galeri pengantin Betawi menyajikan segala perlengkapan penganti seperti pakaian pengantin serta hantaran, peralatan musik, dan roti buaya.
Lantai dua terdiri dari galeri rumah orang betawi berisi beragam perabot rumah khas Betawi, seperti kukusan, alu, pane (bakul nasi kayu), meja kanjengan, dan sepeda ontel. Lalu, lantai tiga adalah galeri komedi betawi yang menyajikan alat musik khas Betawi dan potret para seniman Betawi seperti Benyamin Sueb dan Mpok Nori.
Nah, galeri yang menampilkan ondel-ondel adalah
Galeri 8 Ikon Budaya Betawi di lantai 1. Di sana terdapat informasi terkait sejarah ondel-ondel dari awal hingga saat ini.
Anak kami ogah-ogahan diajak keliling museum. Dia hanya ingin berlama-lama berada di situ. Mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ondel-ondel dengan mata berbinar. (*)



Comments