top of page
Catatan


Pameran Seni Rupa ”Ya Bagus.” Tino Sidin di Jogjakarta
TAK dimungkiri bahwa Tino Sidin selama hidupnya telah terbayangkan oleh banyak orang sebagai guru gambar. Pembawaannya yang kebapakan dan gaya bicaranya yang santun memberi kesan akan hal itu. Wajahnya yang teduh dan ucapan-ucapannya yang sederhana mengingatkan bahwa ia rendah hati. Wajar bila kemudian orang banyak yang menyukainya. Sikap kebapakan dan keguruannya jelas membantu dalam melakukan pendekatan pada anak didik maupun anak-anak yang menonton acara-acaranya. Identit
budiawanagus
Nov 22, 20129 min read


Soe Hok Gie, Idhan Lubis, dan Mahameru dalam Kenangan (Buku, Pesta, dan Cinta di Alam Bangsanya)
“Soe dan Idhan sungguh sudah tiada, di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Mereka jumpai jasad kedua tersebut sudah kaku. Semalam suntuk mereka lelap berkasur pasir dan batu kecil G. Semeru. Badannya yang dingin, sudah semalaman rebah berselimut kabut malam dan halimun pagi. Mata Soe dan Idhan terkatup kencang serapat katupan bibir birunya. Mereka semua diam dan sedih.” Dikutip dari buku: Soe Hok-Gie…Sekali Lagi Tentang Gie APA hubungan antara Soe Hok Gie dan Puncak Mahameru? Dan
budiawanagus
Oct 23, 20126 min read


Berkenalan dengan Gie dan Semeru
SAYA pertama kali melihat sosok Gie muda memakai kaos oblong sedang membaca buku dengan sampul warna merah bertuliskan ‘Soekarno’. Itu sekitar tahun 1956 dimana rakyat sedang gencar-gencarnya meneriakkan kata ‘Revolusi’ akibat ketimpangan dan kesewenang-wenangan pemerintah. Di saat gejolak politik seperti itulah saya melihat sosok Gie kemudian tubuh menjadi seorang idealis dan pemberontak. Tentu saja saya tidak menyaksikan secara langsung apa yang saya ceritakan di atas. Pad
budiawanagus
Dec 29, 20078 min read
bottom of page