top of page

Search Results

165 results found with an empty search

  • Mampir Sebentar di Tugu Jogjakarta

    SEJAK kehadiran si bocil, kami sering mampir di Tugu Jogjakarta saat mudik ke Kebumen, Jawa Tengah. Selalu saat balik ke Gresik karena searah dan langit masih terang saat sampai di sana. Kalau tidak ada rencana bermalam di Jogja, kami biasanya hanya mampir untuk bermain sebentar dan foto-foto. Kadang juga beli jajan di sekitar tugu. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan pulang ke Gresik. Tugu Jogja terletak di perempatan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Margo Utomo. Tugu ini mempunyai nilai simbolis yang bersifat magis dan termasuk dalam garis imajiner menghubungkan Pantai Parangtritis dan Panggung Krapyak di Kabupaten Bantul, Keraton Jogjakarta di Kota Jogjakarta, dan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman. Tugu Jogja dibangun pada tahun 1755 sebagai pengganti dari Tugu Golong Gilig yang roboh akibat gempa bumi tektonik tanggal 10 Juni 1867. Tugu yang juga dinamai Tugu Pal Putih (pal berarti tugu) ini sekarang merupakan salah satu objek pariwisata Jogjakarta. (*)

  • Pantai Mliwis Melengkapi Sederet Wisata Pantai di Kebumen

    KEBUMEN tak kehabisan wisata pantai yang indah dengan karakteristik yang unik. Hampir seluruh desa di garis pantai selatan mengelola wisata pantainya. Salah satu yang patut dikunjungi adalah Pantai Mliwis, pantai yang masih alami dan belum banyak tersentuh oleh keramaian wisatawan. Pantai Mliwis dikenal dengan suasana yang asri karena masih mempertahankan kealamiannya. Di sepanjang tepi pantai, deretan pohon cemara tumbuh rapi dan rindang. Pepohonan ini memberikan keteduhan alami yang membuat suasana semakin sejuk, terutama di siang hari. Banyak pengunjung memanfaatkan area di bawah pohon cemara untuk bersantai, berpiknik, atau hanya menikmati semilir angin sambil memandang ombak yang datang silih berganti. Meski belum dilengkapi fasilitas modern, pantai ini menawarkan berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan. Antara lain, menikmati panorama alam sambil duduk santai di tepi pantai, bermain pasir dan berfoto dengan latar belakang laut dan tebing, menikmati suasana sunset yang romantis di sore hari, serta eksplorasi alam sekitar, termasuk perbukitan hijau yang menambah keindahan pemandangan. Nama Mliwis dalam bahasa Jawa merujuk pada sejenis burung. Konon, kawasan sekitar pantai ini dahulu sering menjadi tempat singgah burung mliwis. Nama tersebut kini melekat dan menjadi identitas unik destinasi wisata ini. Pantai Mliwis terletak di Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Lokasinya berjarak sekitar 21 kilometer atau 35 menit dari pusat kota Kebumen. (*)

  • Main Ayunan di Taman Menteng Jakarta

    SALAH satu ruang terbuka hijau atau taman di Jakarta yang bisa dikunjungi saat Anda sumpek dengan keriuhan kota adalah Taman Menteng. Taman yang berada di Jalan HOS. Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, itu dulunya adalah Stadion Menteng yang pernah digunakan Persija. Taman Menteng diresmikan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada tahun 2007. Memiliki luas 2,9 hektare, taman ini memiliki koleksi 30 spesies tanaman yang berbeda. Teduh. Taman ini terletak di tengah kawasan pemukiman Menteng sehingga hampir selalu ramai saat pagi atau sore hari. Terutama sore hari. Banyak yang berolahraga atau sekadar nongkrong di sana. Berbagai fasilitas umum tersedia di sini seperti lapangan futsal dan basket, jogging track, dan taman bermain yang bisa dimanfaatkan segala usia. Selain itu, ada pula rumah kaca yang dulunya digunakan sebagai tempat pembibitan ragam jenis tanaman. Kini, bangunan kaca tersebut dimanfaatkan sebagai ruang pamer karya seni atau fotografi dan kegiatan teater. Di salah satu sudut Taman Menteng juga terdapat perpustakaan jalanan mungil bernama Bookhive. Perpustakaan gratis berbentuk seperti miniatur rumah itu menyimpan buku-buku bekas. Di sampingnya, terdapat dua kursi panjang. Kita bisa duduk-duduk di sana sambil membaca buku. Daya tarik Taman Menteng tak berhenti di situ. Di sudut yang lain, terdapat area bermain untuk anak. Seperti, perosotan, ayunan, dan jembatan kayu. Area taman ini juga memiliki kolam lengkap dengan air mancurnya. Kesegarannya semakin terasa saat wajah terkena percikan air mancur yang diempaskan angin. Taman Menteng cocok untuk segala usia. Apalagi untuk masuk ke area itu gratis. Kita hanya perlu membayar tiket parkir. (*)

  • Taman Suropati Jakarta, Titik 0 (Nol) Indonesia

    TAMAN Suropati merupakan pusat kawasan Menteng. Berada tepat di antara pertemuan tiga jalan utama, yaitu Menteng Boulevard (Jalan Teuku Umar), Orange Boulevard (Jalan Diponegoro), dan Nassau Boulevard (Jalan Imam Bonjol). Banyak pohon besar nan rindang di taman ini sehingga suasananya adem. Ditambah dengan hamparan taman dengan rumput hijau dan kolam air mancur yang membuat hawanya terasa segar. Taman ini sangat cocok untuk ngadem di tengah panasnya kota Jakarta. Asyik untuk nongrong atau tempat bermain untuk anak. Kalau main ke sini, baiknya membawa makanan burung. Karena di taman ini juga banyak burung dara. Di beberapa titik ada rumah burung yang sengaja dipasang di sana. Memberi makan burung-burung di sana bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk anak. Taman Sarat Sejarah Di balik kesejukan dan keteduhannya, Taman Suropati menyimpan sejarah panjang perjalanan negeri ini. Saking vitalnya, Taman Suropati juga disebut sebagai titik nol Republik Indonesia. Taman Suropati terletak tidak jauh dari rumah Laksamada Maeda, tempat perumusan naskah proklamasi kemerdekaan oleh para tokoh bangsa pada tanggal 16 Agustus 1945. Konon, sebagian laskar pejuang menunggu proses pembahasan proklamasi kemerdekaan di rumah Laksamana Maeda di taman ini. Beberapa peristiwa penting juga pernah terjadi di Taman Suropati seperti rapat umum terbuka untuk membubarkan PKI pada tahun 1965 dan penetapan Taman Suropati sebagai taman persahabatan ASEAN pada 20 desember 1984. Sebagai simbol, enam monumen dengan tema berbeda yang mewakili semangat kebersamaan dan persahabatan bangsa ASEAN diletakkan di taman tersebut. (*)

  • Kops.Ay Coffee, Kafe Nyaman Bergaya Rustik di Jakarta Timur

    Foto-Foto: Instagram @weeknddate JIKA dilihat sekilas, kafe ini tidak besar. Bisa dibilang mungil malah. Ukurannya mungkin tidak lebih dari 2x4 meter. Dan hanya terdiri dari mini bar barista dan dua meja bundar kecil di depannya. Tapi jangan salah. Jika datang ke sana, Anda akan menemukan ruangan yang cukup luas untuk ngopi. Tempatnya berada di samping kanan mini bar dari arah pintu masuk. Tempatnya adem dan elegan. Kafe ini mengusung konsep industrial dan rustik sehingga dekat dengan berbagai kalangan. Kalian yang berduit pas-pasan tidak akan merasa terintimidasi, kalian yang punya uang lebih juga terasa tidak turun level. Kesan sederhana dan elegan begitu terasa begitu kita melewati "pintu" penghubung antara bilik mini bar dan ruangan yang lebih luas. Pintu itu tampak seperti tembok penyekat yang kemudian dijebol untuk dijadikan akses masuk. Nah, jebolan tembok itu dibiarkan terbuka tanpa polesan lagi sehingga menampakkan susunan batu bata merah yang artistik. Begitu masuk, kaki kita akan menginjak lantai yang tidak biasa. Lantai di sini berupa gelaran batu-batu kali kecil yang dibiarkan berserakan. Unik. Gaya ini, menurut saya, terinspirasi dari kehidupan sederhana di pedesaan dan mengutamakan kenyamanan serta kesederhanaan dengan membiarkan tekstur asli bahan terlihat. Foto-Foto: Instagram @weeknddate Untuk menikmati kopi, kita bisa memilih duduk di kursi besi atau kursi dari semen yang menambah kesan kesederhanaan itu. Kopi yang ditawarkan Kops.Ay Coffee bervariasi dengan macam-macam rasa. Misalnya rasa soya, maple, vanilla, taro, red valved, dan matcha. Untuk makanan atau camilan, kita bisa memesan dimsum, bakso pedas, atau kentang goreng. Kafe ini juga menyediakan paket hampers untuk ulang tahun, hadiah lebaran, atau kado acara-acara spesial. Lengkap. Uniknya lagi, Kops.Ay Coffee tidak melarang customer untuk membawa makanan/minuman dari luar. Jika tidak cocok dengan menu di kafe ini, Anda bisa memesan makanan yang ada di sekitar kafe itu. Anda akan dibantu dipesankan. Kafe ini juga terbuka jika ada yang mau mem-booking tempat untuk acara rapat atau kumpul-kumpul dengan circle sendiri. Selain itu, jika ada pertandingan yang antusiasme penontonnya tinggi, Kops.Ay juga biasa mengadakan acara nobar. Misalnya, pertandingan sepak bola. Kops.Ay Coffee berada di Jalan Pisangan Baru Utara, RT 11/RW 7, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur. Pemilik dan baristanya dijamin asyik. Mereka rekan kerja sekaligus rekan pendakian saya. Hehehe... Oh iya, kalau saya dan istri main ke Kops.Ay, kopi favorit kami adalah kopi susu rasa maple. Cobain deh. (*)

  • Jalan Santai Minggu Pagi di Bundaran HI Jakarta

    SAAT anak dan istri main ke Jakarta beberapa hari, waktu yang ada kami manfaatkan untuk jalan-jalan ke tempat-tempat yang menjadi ikon Jakarta. Istri sempat tinggal lama di Jakarta sebelum menetap di Gresik. Jadi, ini adalah misi kami untuk memperkenalkan Jakarta kepada anak kami. Kota yang telah mempertemukan ayah dan ibunya. Bundaran Hotel Indonesia (HI) merupakan salah satu landmark kota Jakarta yang perlu didatangi. Untuk menikmati suasana Bundaran HI secara santai dan leluasa, waktu yang pas adalah Minggu pagi. Saat ada kegiatan car free day (CFD). Kami memarkir motor di parkiran Monas, lalu jalan kaki ke Bundaran HI. Menyusuri jalan utama di pusat kota Jakarta. Bundaran HI berada di persimpangan dua jalan utama, yaitu Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Sudirman. Ciri khas dari Bundaran HI adalah memiliki patung Monumen Selamat Datang dengan tangan melambai. Seakan menyambut siapa saja yang datang ke kota Jakarta. Menurut sejarah, patung Monumen Selamat Datang dibangun sebagai persiapan penyelenggaraan Asian Games lV pada 1962 di Jakarta. Tujuannya adalah menyambut tamu dan para olahragawan yang tiba di Jakarta dalam rangka seremonial pesta olahraga itu. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di area CFD itu selain berolahraga. Misalnya, menikmati sajian berbagai kuliner atau berfoto-foto dengan background tugu atau gedung-gedung mewah. Apalagi, sekarang Bundaran HI juga memiliki Sky Deck yang berada di atas Halte Transjakarta Bundaran HI. View dari sana lebih indah. Namun, siapa saja yang ingin naik ke Sky Deck harus bersabar karena antreannya panjang banget. Jika beruntung, kita juga bisa menikmati konser musik, pertunjukan seni Betawi, kampanye sosial, dan lain sebagainya. Kegiatan politik dilarang di area tersebut. (*)

  • Pantai Ambal Belum Sepopuler Tetangganya, Pantai Mliwis

    TIDAK sedikit wisatawan dari luar Kota Kebumen, Jawa Tengah, yang terkecoh antara Pantai Ambal dan Pantai Mliwis. Maklum, karena lokasi dua pantai itu berdekatan. Pantai Ambal dan Pantai Mliwis adalah dua pantai yang berbeda, namun lokasinya berdekatan. Pantai Mliwis berada di barat Pantai Ambal, keduanya berada di Kecamatan Ambal, Kebumen. Perbedaan lainnya, Pantai Ambal (Desa Ambalresmi) lebih terbuka dengan hamparan pasir luas, sedangkan Pantai Mliwis (Desa Kenoyojayan) memiliki ciri khas pasir hitam dengan pepohonan cemara yang teduh. Meski belum banyak dikembangkan, daya tarik pantai ini terletak pada keasliannya. Beberapa pohon cemara tumbuh di sepanjang pesisir, memberikan nuansa teduh meski belum rimbun sempurna sebagaimana Pantai Mliwis. Di sisi lain, minimnya vegetasi peneduh membuat beberapa bagian pantai terasa cukup terik, terutama di siang hari. Tapi, meski minim sentuhan dan bantuan pemerintah, Pantai Ambal sudah memiliki beberapa fasilitas dasar yang mampu menunjang kenyamanan wisatawan. Terdapat beberapa warung makanan sederhana yang menyajikan hidangan lokal, area parkir yang cukup luas, serta saung-saung kecil sebagai tempat beristirahat atau berteduh. (*)

  • Pantai Petanahan, Menikmati Pesona Hutan Cemara

    KABUPATEN Kebumen bisa dijuluki sebagai surganya pantai. Kabupaten ini memang belum setenar kota wisata besar lainnya, tetapi menyimpan banyak pesona tersembunyi yang layak dijelajahi. Terutama pantainya. Salah satu pantai yang patut didatangi adalah Pantai Petanahan. Pantai yang terletak di Desa Karanggadung, Petanahan, Kebumen, ini dikenal dengan garis pantainya yang luas, pasir hitam yang eksotis, serta barisan pohon cemara yang memagari area pantai. Kehadiran hutan cemara ini menciptakan nuansa sejuk dan rindang, cocok untuk bersantai. Pasir hitamnya yang bersih menambah minat anak-anak untuk bermain di sana. Pantai ini berjarak sekitar 118 km dari pusat Kota Kebumen dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 35 menit. (*)

  • Si Bocil Ketagihan Main ke Pantai Dalegan, Gresik

    KALAU si bocil merengek pengen main ke pantai, pilihan yang langsung terlintas adalah Pantai Dalegan. Bukan karena keindahannya mengalahkan pantai-pantai lain. Tapi karena cuma itu satu-satunya pantai di dekat rumah. Masih satu kecamatan. Lumayan sering si bocil kami ajak ke Pantai Dalegan di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur. Baik bertiga saja atau mengajak saudara maupun sepupu si bocil. Pasirnya yang landai dan ombaknya yang tidak keras memang cocok bagi anak-anak untuk bermain. Mau berenang atau bermain pasir. Aman saja. Fasilitas di pantai ini juga secara bertahap dilengkapi. Kini sudah ada persewaan perahu mesin dan banana boat (meski tidak setiap hari beroperasi) dan pelampung dari ban dalam mobil. Ada pula gazebo di pinggir pantai dan persewaan tikar untuk bersantai di bawah pohon waru yang rindang. Stan makanan dan mainan, toilet bilas, dan musala juga banyak tersedia. Waktu yang pas untuk bermain di Pantai Dalegan adalah pagi hari. Saat sinar matahari belum terlalu panas. Kami sering main ke Pantai Dalegan sekitar jam 6 pagi. Biasanya kami membawa bekal sarapan dari rumah. Jadi, sebelum bermain di pantai, kami sarapan dulu. Sambil menikmati kopi hangat ditemani angin pagi yang masih segar. (*)

  • Ngerasain Ngopi di Hutan Pinus Samiremen Cafe & Resto

    TIGA hari dua malam staycation kami di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, segera berakhir. Namun, sebelum meninggalkan Trawas menuju Gresik, kami mampir dulu untuk ngopi biar gak ngantuk di jalan. Kami mampir ke Samiremen Cafe & Resto. Kafe ini berada di area hutan pinus sehingga suasananya menyegarkan. Apalagi ditambah kopi panas dan camilan hangat. Suasana seperti itu akan membantu tubuh dan pikiran menjadi rileks. Kafe ini memiliki bangunan utama yang terbuat dari kayu. Konsep yang pas karena tempat ini dikelilingi pohon pinus yang tinggi dan rindang. Samiremen Cafe juga memiliki area outdoor yang estetik dan natural. Banyak spot foto keren yang bisa dicoba di area terbuka. Menu yang ditawarkan Samiremen Cafe adalah kuliner khas Nusantara dengan harga yang cukup murah. Ada makanan tradisional seperti nasi sambel klotok dan kikil lethek. Minumannya juga beragam, mulai kopi sampai minuman dengan campuran susu. Kafe ini berlokasi di Jalan Trawas - Mojosari, Sukosari, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. (*)

  • Staycation 3 Hari 2 Malam di Villa Rumah Bambu Trawas

    MENJELANG akhir tahun 2022, kami melipir sejenak ke daerah perbukitan untuk mencari kesejukan. Lama-lama di Gresik yang panas memang bisa membuat penat. Sedikit refreshing bisa memulihkan raga. Kami pun mencari penginapan yang cocok di daerah Trawas, Mojokerto, di internet. Pilihannya banyak. Bagus-bagus. Akhirnya kami memilih Villa Rumah Bambu Trawas. Loksinya berada di Jalan Cemara, Kesiman, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Lokasinya mudah ditemukan di Google Maps. Namun, akses untuk menuju lokasinya cukup menantang. Sebab, sekitar 500 meter dekat penginapan, jalannya hanya cukup untuk satu mobil. Jadi, jika ada yang papasan, salah satu harus mengalah mundur untuk mencari area yang cukup lebar agar bisa lewat. Kami memilih penginapan ini karena unik dan homy. Bangunannya full terbuat dari bambu. Kesan yang terasa adalah adem di area yang sejuk. Lengkap sudah. Villa ini berada di dekat persawahan, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, sehingga sangat cocok untuk mencari ketenangan. Suasana alamnya sejuk dan tenang dengan panorama alam yang menawan. Pemandangannya juga mewah. Karena di belakang kamar kami, dari jendela, puncak Gunung Penanggungan terlihat di balik kabut pagi hari. Menjelang siang, Penanggungan terlihat dengan jelas. Kemudian, di depan penginapan, yang menyambut kami adalah puncak Gunung Arjuna dan Welirang. Penginapan ini mengusung konsep menyatu dengan alam. Itu bisa dilihat dari penggunaan material bambu sebagai konstruksi bangunan villa. Di depan kamar, ada taman kecil yang hijau dengan gemericik kolam ikan. Ada juga kandang burung dan kandang ayam di dekat kafe. Kafe dua lantai di sini juga sangat nyaman. Di lantai 1, kita bisa bersantai dengan pemandangan taman dan kolam ikan. Sedangkan di lantai 2 yang berkonsep outdoor, kita bisa menikmati pemandangan berupa hamparan persawahan dan Gunung Arjuna-Welirang yang menjulang. Villa ini juga menyediakan wahana permainan anak dan kolam renang kecil di area indoor. Satu gedung dengan lahan sayur hidroponik. Kita bisa piknik sambil belajar menanam sayur hidroponik di sini. Rumah Bambu Trawas mempunyai 11 rumah dari bambu yang tentu saja interiornya didesain semi modern. Lantainya sudah keramik serta dilengkapi kipas angin, tempat tidur yang besar, wastafel, closet duduk, shower air dingin dan panas, serta televisi. (*) Trawas, 27-29 Desember 2022

  • Ngasih Makan Kelinci di Taman Kelinci Dlundung, Trawas

    SETELAH turun dari Air Terjun Dlundung, di dekat area parkir mobil, kami melihat Taman Kelinci Dlundung. Si bocil yang mulai lemes karena ngantuk dan kecapekan sontak semangat. Si bocil pengen mampir sebentar. Bermain ke kandang kelinci. Taman kelinci ini berada di seberang aliran sungai yang airnya bersumber dari Air Terjun Dlundung. Jalan utama dan tempat itu dihubungkan jembatan merah. Loket tiket masuk berada di ujung jembatan di sisi jalan utama. Di situ kita bisa membeli tiket dan wortel untuk ngasih makan kelinci. Saat kami datang, gerimis tipis-tipis masih turun. Hari sudah melewati tengah hari. Rumput di kandang kelinci basah. Si bocil yang sempat mau turun dari gendongan pun akhirnya minta gendong lagi. Saat itu tidak banyak kelinci yang menyambut kedatangan kami. Yang datang ke situ pun cuma kami. Kebanyakan kelinci memilih berlindung di tempat yang menghindarkan mereka dari terpaan gerimis. Sebagian kelinci lainnya dikurung di kandang. Di taman itu sudah berserakan sisa-sisa wortel. Kami sengaja tidak membeli wortel karena sudah menduga pasti kelinci-kelinci di sana sudah kenyang diberi makan oleh pengunjung-pengunjung sebelumnya. Untuk bisa bermain dengan kelinci di sana, kami hanya perlu memungut sisa wortel yang cukup banyak. Hanya ada satu dua kelinci yang menghampiri. Sisanya meringkuk diam di sudut-sudut tempat yang aman dari gerimis. Kami tidak berlama-lama di taman kelinci itu karena gerimis semakin deras. Kami bergegas menuju area parkir, masuk mobil, dan kembali ke penginapan di Villa Rumah Bambu Trawas. (*)

  • Air Terjun Dlundung, Tempat Pemandian Para Bidadari

    AIR Terjun Dlundung merupakan salah satu wisata favorit di Trawas. Setiap weekend, tempat wisata di Wanawisata Air Terjun Dlundung, Desa, Hutan, Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, ini selalu dipadati wisatawan. Bahkan, saat kami datang ke sini hari Rabu tanggal 28 Desember 2022, area parkir mobil dan motor cukup padat. Artinya, hari biasa aja sepadat ini, apalagi hari libur nasional dan akhir pekan. Pasti lebih rame. Akses untuk menuju air terjun dengan ketinggian 50–60 meter ini cukup mudah sehingga cocok untuk keluarga dan anak-anak. Dari area parkir, pengunjung perlu berjalan kaki sebentar menanjak untuk mencapai titik tujuan. Sesampainya di air terjun, kita akan disambut terpaan bulir-pulir air terjun yang tersapu angin. Adem. Bermain air di aliran air terjun ini juga cukup aman karena arusnya tenang dan jernih. Hawanya tentu saja sejuk. Selain menikmati air terjun, kita juga bisa kamping di area Dlundung Trawas Camp. Tempatnya luas dan bersih. Jika tidak membawa tenda sendiri, kita bisa menyewa. Peralatannya juga lengkap. Pengelola juga menyediakan penginapan berjarak sekitar 5 kilometer dari kawasan tersebut. Harga atau tarifnya berbeda-beda tergantung jenis penginpan dan fasilitas yang disajikan. (*)

bottom of page